Beneo menekankan pentingnya kualitas dan variasi serat melalui konsep fibremixing di ajang Fi Asia Indonesia 2026 untuk menjawab tantangan gizi di Indonesia.
Perusahaan bahan pangan fungsional terkemuka, Beneo, menegaskan pentingnya peranan serat dalam nutrisi dan inovasi produk makanan pada ajang Food Ingredients (Fi) Asia Indonesia 2026 yang berlangsung di Jakarta International Expo (JIExpo) pada 16–18 September 2026. Dalam pameran ini, Beneo memamerkan bagaimana kombinasi berbagai jenis serat dapat memberikan manfaat saling melengkapi bagi kesehatan tubuh maupun formulasi makanan.
Langkah ini diambil di tengah populernya tren “fibremaxxing” di media sosial yang mendorong peningkatan asupan serat secara global. Meski demikian, Beneo menekankan bahwa kuantitas asupan saja tidak cukup. Konsumen dituntut untuk memperhatikan kualitas serta keberagaman jenis serat yang dikonsumsi, mengingat setiap jenis serat memiliki struktur, fungsi, dan manfaat yang berbeda. Melalui konsep “fibremixxing”, Beneo mengarahkan edukasi pasar dari sekadar meningkatkan volume serat menjadi pemahaman kombinasi serat secara tepat.
Edukasi mengenai pentingnya serat ini sangat relevan bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan data Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, sebanyak 96,7 persen populasi berusia lima tahun ke atas belum memenuhi kecukupan asupan harian lima porsi buah dan sayur. Meskipun makanan tradisional seperti tempe menyumbang asupan serat, fakta lapangan menunjukkan kebutuhan mendesak untuk memperkuat diversifikasi serat harian.
Untuk menjawab kebutuhan produsen dan konsumen, Beneo menghadirkan solusi Fiber Toolbox yang mencakup berbagai bahan fungsional:
-
Serat Prebiotik Akar Cikori (Fruktan): Serat larut yang mencapai usus besar dalam kondisi utuh untuk mendukung mikrobioma usus, kesehatan pencernaan, pengelolaan berat badan, hingga peningkatan suasana hati (mood).
-
Beta-Glukan dari Barli (Orafti® β-Fit): Tepung biji-bijian utuh kaya serat larut, tidak larut, dan kental (viscous) yang memperlambat pencernaan sehingga memberikan rasa kenyang lebih lama serta menjaga kesehatan jantung.
-
Kombinasi Serat dan Protein Nabati: Penggabungan serat dengan protein nabati (seperti kacang faba dan beras) untuk meningkatkan kepadatan nutrisi (nutrient density), sangat cocok bagi konsumen yang menjaga porsi makan sekaligus mengoptimalkan asupan gizi harian.
Managing Director Beneo Asia Pacific, Christian Philippsen, menyatakan bahwa setiap jenis serat memiliki interaksi berbeda dengan matriks makanan. Oleh karena itu, keahlian formulasi sangat krusial agar integrasi serat ke dalam produk makanan dapat mencapai peningkatan gizi secara optimal tanpa mengorbankan cita rasa.
Tajuk Analisis: Tantangan Defisit Serat Nasional, Inovasi Industri Pangan, dan Penguatan Kualitas Gizi Masyarakat
Inisiatif Beneo di ajang Fi Asia Indonesia 2026 memberikan momentum penting bagi perbaikan pola konsumsi gizi nasional serta pertumbuhan industri manufaktur makanan di dalam negeri.
Berikut tiga poin analisis utama:
1. Solusi atas Masalah Defisit Asupan Serat Masyarakat Indonesia
Tingginya angka kurangnya konsumsi buah dan sayur di Indonesia (96,7%) menandakan adanya jurang pemenuhan gizi yang cukup serius. Pendekatan fortifikasi serat pada produk makanan dan minuman olahan harian menjadi strategi pragmatis yang efektif untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan gizi mikro tanpa harus merombak drastis pola makan mereka.
2. Transisi Industri Pangan menuju Produk Berbasis Kepadatan Nutrisi (Nutrient Density)
Tren formulasi pangan modern kini bergeser dari sekadar produk tinggi kalori menjadi produk dengan kepadatan nutrisi tinggi. Penggabungan serat fungsional dengan protein nabati membuka peluang besar bagi industri makanan dalam negeri untuk menciptakan produk inovatif yang mendukung gaya hidup sehat, manajemen berat badan, dan kesehatan pencernaan.
3. Sinergi Kebutuhan Pasar dan Kapabilitas Teknis Manufaktur
Pengenalan konsep fibremixing memberikan nilai tambah bagi para pelaku industri makanan olahan di Indonesia. Dengan memanfaatkan keahlian formulasi dan bahan fungsional yang tepat, produsen lokal dapat menghasilkan produk bernilai tambah tinggi yang kompetitif, sekaligus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan gizi masyarakat secara luas. Sumber



